Mengapa orang banyak terlibat dalam hal-hal negatif?
Orang sering terlibat dalam hal-hal negatif karena mereka memiliki banyak persoalan dan tidak mengetahui cara pemecahannya. Karena itu mereka mencoba melupakan persoalannya tersebut dengan menjadi pecandu atau bergaul dengan kelompok yang tidak benar. Seluruh persoalan akan dapat di selesaikan dengen baik jika terjalin komunikasi yang baik antar pihak yang membutuhkan bantuan dan pihak yang membantu.
Mengapa sulit berkomunikasi dengan remaja?
Orang dewasa atau orang tua sering mengeluh bahwa mereka tidak mengerti kemauan para remaja. Sebaliknya remaja mengeluh bahwa orang di sekitar tidak mau dan tidak bisa mengerti ‘dunia’ mereka. Sikap orang dewasa atau orang tua yang tidak mengerti dunia remaja karena mereka memandang dari sudut pandang dan pengalaman yang selama ini mereka miliki. Memahami perasaan orang lain (emphatic) merupakan inti sukses berkmunikasi dengan remaja.
Bagaimana remaja dapat berkomunikasi dengan lawan jenisnya/ temannya dengan baik?
Kadang-kadang remaja perempuan tidak tahu bagaimana mengatakan “tidak” kepada pacarnya jika dia diajak melakukan sesuatu. Remaja perlu dibekali dengan cara berkomunuikasi yang baik. Model komunikasi ada 3 yaitu pasif (menerima apa yang diutarakan lawan bicara, agresif (memaksa orang lain mengikuti pendapatnya) dan asertif (menyampaikan dengan jelas keinginannya pada lawan bicara. Remaja seharusnya berkomunikasi secara asertif terhadap lawan jenisnya/pacarnya.
Bagaimana cara berkomunikasi secara asertif?
Remaja perlu diajari bagaimana berkomunikasi secara asertif. Berikanlah petunjuk berikut kepada remaja:
Pikirkan dahulu apa yang akan kamu bicarakan (dengarkan sendiri dahulu apa-apa yang akan kamu utarakan), kira-kira akan menyakitkan dia atau tidak
Lihat-lihat situasi, apakah dia lagi bahagia, sedih atau marah. ilih pas moodnya sedang baik.
Kemudian (kalau perlu) doa dulu, tarik napas dan sampaikan pendapatmu dengan kepala dingin (jangan emosi)
Sampaikan dengan jelas pendapatmu (jangan muter-muter)
Kalau bisa melucu, pakailah daya lucumu
Kalau dia mengemukakan pendapatnya, dengarkan dulu, jangan potong pembicaraannya, jangan tidak diacuhin.
Buatlah dia menerima bahwa tidak semua keinginannya bisa kamu penuhi.
Kalau dia tetep ngotot, berikan alasan yang masuk akal, upayakan hal ini berkali-kali
Kalau semua daya upaya kamu sudah mentok, cobalah mengalihkan perhatian, misalnya dengan mengatakan “wah capek nih, gue mau minum, kamu mau minum apa?”
Jika tetap tidak dicapai titik temu, mungkin kamu perlu mengkaji ulang hubunganmu dengan dia, mau terus atau putus… dipikir-pikir lagi.
Beberapa tips yang dapat membantu remaja melewati masa remajanya dengan baik
Sampaikan kepada remaja untuk berbagi rasa dengan orang tua atau orang yang dituakan di rumah, mencari seorang sahabat, meningkatkan kepercayaan diri dan berani mengatakan tidak untuk hal-hal yang buruk. Sarankan remaja untuk bergaul dalam kelompok atau membentuk kelompok dengan aktivitas positif dan menjauhi kelompok dengan tujuan negatif. Remaja juga perlu disarankan untuk menjaga kesehatan fisik sedini mungkin dan secara terus-menerus.
Orang sering terlibat dalam hal-hal negatif karena mereka memiliki banyak persoalan dan tidak mengetahui cara pemecahannya. Karena itu mereka mencoba melupakan persoalannya tersebut dengan menjadi pecandu atau bergaul dengan kelompok yang tidak benar. Seluruh persoalan akan dapat di selesaikan dengen baik jika terjalin komunikasi yang baik antar pihak yang membutuhkan bantuan dan pihak yang membantu.
Mengapa sulit berkomunikasi dengan remaja?
Orang dewasa atau orang tua sering mengeluh bahwa mereka tidak mengerti kemauan para remaja. Sebaliknya remaja mengeluh bahwa orang di sekitar tidak mau dan tidak bisa mengerti ‘dunia’ mereka. Sikap orang dewasa atau orang tua yang tidak mengerti dunia remaja karena mereka memandang dari sudut pandang dan pengalaman yang selama ini mereka miliki. Memahami perasaan orang lain (emphatic) merupakan inti sukses berkmunikasi dengan remaja.
Bagaimana remaja dapat berkomunikasi dengan lawan jenisnya/ temannya dengan baik?
Kadang-kadang remaja perempuan tidak tahu bagaimana mengatakan “tidak” kepada pacarnya jika dia diajak melakukan sesuatu. Remaja perlu dibekali dengan cara berkomunuikasi yang baik. Model komunikasi ada 3 yaitu pasif (menerima apa yang diutarakan lawan bicara, agresif (memaksa orang lain mengikuti pendapatnya) dan asertif (menyampaikan dengan jelas keinginannya pada lawan bicara. Remaja seharusnya berkomunikasi secara asertif terhadap lawan jenisnya/pacarnya.
Bagaimana cara berkomunikasi secara asertif?
Remaja perlu diajari bagaimana berkomunikasi secara asertif. Berikanlah petunjuk berikut kepada remaja:
Pikirkan dahulu apa yang akan kamu bicarakan (dengarkan sendiri dahulu apa-apa yang akan kamu utarakan), kira-kira akan menyakitkan dia atau tidak
Lihat-lihat situasi, apakah dia lagi bahagia, sedih atau marah. ilih pas moodnya sedang baik.
Kemudian (kalau perlu) doa dulu, tarik napas dan sampaikan pendapatmu dengan kepala dingin (jangan emosi)
Sampaikan dengan jelas pendapatmu (jangan muter-muter)
Kalau bisa melucu, pakailah daya lucumu
Kalau dia mengemukakan pendapatnya, dengarkan dulu, jangan potong pembicaraannya, jangan tidak diacuhin.
Buatlah dia menerima bahwa tidak semua keinginannya bisa kamu penuhi.
Kalau dia tetep ngotot, berikan alasan yang masuk akal, upayakan hal ini berkali-kali
Kalau semua daya upaya kamu sudah mentok, cobalah mengalihkan perhatian, misalnya dengan mengatakan “wah capek nih, gue mau minum, kamu mau minum apa?”
Jika tetap tidak dicapai titik temu, mungkin kamu perlu mengkaji ulang hubunganmu dengan dia, mau terus atau putus… dipikir-pikir lagi.
Beberapa tips yang dapat membantu remaja melewati masa remajanya dengan baik
Sampaikan kepada remaja untuk berbagi rasa dengan orang tua atau orang yang dituakan di rumah, mencari seorang sahabat, meningkatkan kepercayaan diri dan berani mengatakan tidak untuk hal-hal yang buruk. Sarankan remaja untuk bergaul dalam kelompok atau membentuk kelompok dengan aktivitas positif dan menjauhi kelompok dengan tujuan negatif. Remaja juga perlu disarankan untuk menjaga kesehatan fisik sedini mungkin dan secara terus-menerus.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar